Nama :Galuh Resti setyani
Kelas : Pbs 1d
Nim : 175231146
SABILL MUTTAQIN BUKTI KERUKUNAN WARGA

    Salam kenal dari saya , Nama saya Galuh resti setyani dari IAIN SURAKARTA , dalam mata kuliah yang saya terima yaitu sejarah peradaban islam , dalam tugas yang di berikan untuk mengobseravasi dengan beberapa Topik , yaitu Masjid,Tokoh agama,Ritual keagamaan,kegiatan keagamaan , dan waktu itu saya memilih topik mengenai sejarah masjid di kampung sebelah dekat dengan kampung saya . sebelum nya saya tinggal di desa garen rt 02/03 pandean ngemplak boyolali ,dan sayang mencari sejarah masjid Sabill Muttaqin di bladon .
     setelah tugas di berikan ,selang beberapa hari mencari informasi orang yang mengetahui mengenai sejarah dari masjid itu ,setelah tanya dari masyarakat yang
berada di sekitar masjid ,kemudian saya berjumpa dengan seorang yang sudah tua , hidup rumah sederhana berbentuk jogla rumah jaman dahulu di temani oleh istri nya hidup berdua di situ , saya ketuk pintu yang usang itu ,sambil ucap Assalamu alaikum ,apa benar ini rumah mbah parto pono? muncul lah seorang wanita yang tua dan itu ternyata adalah istri dari mbah parto pono ,
    Mbah parto pono adalah  sesepuh dulu yang  masih hidup sampai sekarang,umur nya sudah menyampai 90 lebih dan dulu  yang mengurusi  pendirian masjid dan beliau masih rajin beribadah di  masjid itu, Saat saya berkunjung ke rumah mbah parto pono beliu hidup sangat sederhana walaupun anak-anak nya sudah menjadi orang orang yang sukses dan berhasil ,dan memiliki banyak cucu , namun anak-anak nya semua hidup merantau jauh di luar kota. Rumah nya berbentuk seperti rumah joglo kuno terbuat dari kayu dan di depan nya terdapat suatu lahan yang di tanami pohon singkong dan pohon pisang , mbah parto pono hanya tinggal berdua dengan istri nya yang setia menemani di usia nya yang semakin menua.tidak ada yang mewah di dalam rumh itu , semua nya hanya barang sederhana dan bisa di bilang barang kuno .
     Masjid Bladon berada di sebelah utara desa ku , nama nya yaitu desa bladon ,dan dulu dikenal dengan nama masjid bladon sebelum di beri nama sabill muttaqin. Dan menurut cerita dari mbah parto pono masjid di bangun dengan gotong royong, dan ada juga relawan  yang mau menyumbangkan harta nya untuk pembangunan masjid tersebut .semua itu bentuk suatu contoh persaudaraan dan kerukunan bermasyarakat yang sangat terjaga ,untuk mencipakan sebuah tempat ibadah .
        Setelah saya mengobservasi kembali masjid itu , masjid itu  di gunakan untuk adik-adik belajar menbaca Al-Qur an dan mengaji atau di kenal dengan nama (TPA),setiap hari  senin dan kamis .dan keadaan masjid udah cukup bagus di cat dengan warna hijau , Al-Qur an dan mukena atau sajadah di tata rapi ,nyaman untuk berribadah walaupun  tidak terlalu luas , ramai pada sholat jumat maupun sholat 5 waktu .
   Dan juga sering di  gunakan untuk pengajian akbar se kecamatan Ngemplak.namun sekarang hanya untuk pengajian , bapak-bapak, atau ibu-ibu , remaja untuk satu kelurahan atau satu desa bladon. Itu sekilas cerita sejarah dari masjid Sabill Muttaqin bladon yang saya dengar dari mbah parto pono . dan kegiatan yang masih terjadi di tempat itu sampai sekarang
   kemudian saya di persilahkan masuk , dan menyatakan apa maksut saya datang kesitu . saya bilang " mbah , kulo mriki ajeng tangklet sejarah e mesjid bladon niku?"mbah parto pono pun bersedia membantu saya untuk menceritakan sejarah masjid tersebut . walaupun umur mbah parto pono sudah tua , namun untuk daya ingat mbah parto sangat lah masih kuat , , beliau menceritakan secara jelas asal usul berdiri nya masjid itu , dengan suara yang masih tegas saya di beri tahu sejarah nya , ini lah kawan awal cerita nya , tetap lanjutin baca ya .
   Dan ternyata masjid itu berawal dari tanah waqaf dari orang yang bernama Hadi Mingan , hadi mingan adalah anak tunggal yang di beri warisan oleh orang tua nya untuk di bangun masjid itu , sebelum nya di daerah situ tidak masjid jadi ketika masyarakat itu menunai kan sholat jumatan cuma berada di rumah orang yang bersedia rumah nya di gunakan untuk sholat jumat.dan setelah ada tanah waqaf tersebut awaal nya cuma akan di buat langgar saja ,namun atas saran dari pak lurah jaman dulu untuk di buat masjid sekalian ,agar.bisa di gunakan untuk sholat berjamaah dan sholat jumat.
    Pada saat pembangunan masjid itu , Hadi mingan dengan 12 teman nya dengan suka rela memberikan bantuan batu bata mentah , setiap 1 orang menyumbang kan batu batu 1000 , kemudian di kumpulkan dan di bakar untuk pembangunan masjid , dan pak lurah bersedia menyumbang kawur atau gamping untuk pembnagunan . masjid itu di bangun dari kawur gamping di campur sama pecaahan bata , setelah jadi masjid itu di gunakan untuk sholat jumat dan juga di gunakan untuk pengajian anak-anak pondok .
    Dahulu masjid itau belum memiliki nama ,banyak orang menyebut masjid itu berdasarkan nama daerah nya misal kan masjid bladon itu menjadi nama yang familiar .karena banyak sekali yang yang menggunaan masjid itu untuk keperluan.ibadah dan ada juga pondok-paondok yang menggunakan masjid sebagi tempat pengajian dan membaca ayat suci atau tilawah.kemudian masjid itu diberi nama Sabill Muttaqin Bladon .
      Setelah di beri nama ,identitas nya semakin di kenal , dan menurut cerita yang saya dengar masjid tersebut merupakan masjid ke dua yang paling tertua di kelurahan tersebut , dan semakin maju nya jaman , masjid itu di renovasi , ada salah satu orang yang bernama bp. badar untuk datang di setiap rumah rumah meminta bantuan dan seikhlas nya menyumbang 1 kayu usuk untuk setiap rumah , dan itu hanya untuk yang bersedia menyumbang tanpa ada nya pemaksaan , dan apabila kayu usuk nya sudah terkumpul guna untuk merenovasu baagian atap masjid  yang di lakukan secara.gotong royong , dan mbah hadi mingan orang yang mewaqaf kan tanah memiliki pemikiran , apabila masjid di desa itu di bangun oleh masyarakat di daerah tersebut maka manfaat dan keberkahan nya juga di rasakan masyarakat di situ namun apabila masjid di bangun oleh orang lain yang bukan dari daerah situ , keberkahan nya tidak di dapat kan masayarakat sekitar walaupun di bangun dengan mewah .
      Maka dari itau bapak hadi mingaan memiliki pemiiliki pemikiran yang bagus walaupun masjid di bangun dengan bentauk sederhana , tapi membuktikan ,bahwa gotong masih di rasakan dai masyarakat tersebuat dalam hal ibadah ,dan semakin bertambah nya tahun masjid itu juga menyediakan , gelas, tepat kecil untuk apabila di gunakan saat acara pengajian dan kegiatan lain nya ,Dan kegiatan yang masih di lakukan samapai saat ini yaitu seperti , TPA,Pengajian remaja, bapak-bpak,ibu-ibu yang didakan setaip inggu nya , yang dulu hanya di bangun sebuaah langgar dan du perbesar menjadi masjid dan bisa di gunakan untuk sholat jumat .
     Untuk keadaan nya sekarang saya akan menjelas kan secara mendetail mengenai gumana bentuk bangunan masjid itu , masjid itu sekarang berdiri kokoh setelah ada renovasu secara bertahap , dan di kekitar masjid itu terdapat sebuah taman yang di gunkan masyarakat untuk sekerdar melepas penat atau juga di gunakan untuk bermain anak-anak , dan memiliki bangunan yang sederhana namun tetap nyaman di gunakan untuk beriibadah karena banyak terdapat pepohonan yang masih asri , dan mempunyai serambi masjid yang sering di gunakan untuk kegiatan TPA .
       
   Alat ibadah seperti sajadah ,mukena , Al Quran di tata rapi di dalam masjid , ketik saya memasuki masjid tersebut bernuansa warna hijau , Banyak tulisan kaligrafi yang membuat masjid semakin lebih indah dan memiliki nilai keindahan seni di dalam nya , terdapat kipas.angin yang menambah rasa nyaman walaupun di daerah banyak.sekali terdapat pohon-pohon rindang yang membuat sejuk suasan masjid, atap masjid juga tidak terlalu mewah , seaperti yang di cerita kan dari mbah parto pono ,atap masjid itu dulu di bangun secara gotong royong dan kayu usuk nya berasal.dari sumbangan atas warga .
     saya belum beritahukan kenpa saya memilih masjid sabbil Muttaqin Bladon ini?pertama dengan alasan karena masjid itu berada dekat. dengan kampung saya, dan saya juga dapet cerita dari bapak saya itu masjid yang palling tua di daerah saya, namun ternyata salah apa yang di katakan.bapak.saya,masjid itu masjid tertuaa ke dua yang ada di kelurahan saya. dan untuk keunikan masjid itu sendiri sebenernya tidak ada, sama seperti masjid biasa yang di gunakan untuk beribadah dan kegiatan ibadah lain nya , namun mbah parto pono selaku orang yang saya wawancarai menuturkan bahwa kegiatan TPA yang pertama di lakukan di situ dan sampai sekarang pun masih tetap ada dan murid nya cukup banyak .
    Dan ada juga pengajian yang di lakukan bapak -bapak se desa Bladon yang setiap hari selasa daan rabu mengadakaan pengajian ,yang masih di lakukan sampai sekarang , sedangkan untuk pengajian ibu-ibu di lakukan setiap hari seninn , dan untuk pengajian remaja di laksanakan setiap sabtu malam ,sholawatan juga di lakukan namun hanya di lakukan dalam sebulan sekali sekitar pada pertengahan bulan antara tanggal 13-15 . semua kegiatan masih ada sampai sekarang dan terasa sekali kerukunan yang tercipta di daerah tersebut .
   Ngomong-ngomong mengenai orang yang saya wawanacarai waktu itu , yaitu dengan mbah hadi mingan , ketika waktu itu saya datang ke rumah mbah hadi mingan yang di sebelaum nya di beri tahu oleh warga sekitr masjid ,beliau adalh orang yang masih hidup sampai sekarang yang mengetahu bagaimana cerita dan kisah dari masjid itu , teman - teman nya sudah meninggal yang seperjuangan nya membangun masjid tersebut . ketika saya masuk di sekitar perkarangan rumh beliau ,banyak sekali  pohon singkong dan pohon pisang di depan rumah yang cukup luas .
FOTO MASJID SABILL MUTTAQIN BLADON



  Mungkin itu yang bisa saya sedikit ceritakan , dengan bacaan yang saya share semoga bermanfaaat buat pembaca dan diri saya sendiri , saya berterimakasih kepada dosen saya karena dengan adanya tugas ini saya bisa melatih mental saya dalam berhadapan dengan orang  yang saya tidak kenal , dan dengan adanya tugas ini saya bisa lebih mengetahui sejarah yang ada dalam daerah saya , bagaimana cara membuat masjid secara gotong royong yang lebih membuat rasa kemanusiaan dan ke akuran yang nyata dan bisa di buktikan dalam pembuatan masjid ini .
    Dalam topik yang saya ambil yaitu sejarah masjid , bila di hubungkan dengan sejarah peradaban islam , membuktikan bahwa dalam hal peribadahan yang di lakukan untuk bersama sama dengan di lakukan secara gotong royong dan walauopun di buat dalam bangunan yang sangat sederhana tapi di bangun dengan penuh semangat dan penuh keiklasan untuk kepentingan bersama lebih mulia , di bandingkan dengan seorang membuat masjid secara mewah tapi di bangun 1 orang dan bukan asli orang itu. Karena keberkahan yang di dapat kan dapat di rasakan masyarakat di desa itu sendiri.
 Terimakasih sudah membaca .





Komentar

Postingan populer dari blog ini

galuh resti _Iain surakarta

kekuasaan mengalahkan segalanya