pondok pesantren man'baul hikmah

Nama : Galuh resti setyani
Kelas : Pbs 2D
NIM : 175231146
Makul : Metodologi studi islam


LIVE IN DI PONDOK PESANTREN MAN'BAUL HIKMAH WONOGIRI

      Tugas yang di berikan dosen dalam mata kuliah metodologi studi islam yang selanjutnya yaitu kita di suruh untuk tinggal atau nginep di sebuah pondok selama 24 jam, dan itu tempat yang di gunakan sudah di tetap kan yaitu di daerah wonogiri dan klaten. Kelompok saya berjumlah lima orang dan setelah mendapat intruksi dari dosen matakuliah tersebut berselang beberapa hari kelompok kami melakukan survei sebuah pondok di daerah wonogiri tepat nya di desan nambangan selogiri .
Ketika itu kelompok saya survei pada hari senin, untuk mendapat kan izin dari pengurus pondok harus menunggu waktu yang cukup lama,sampai pada akhirnya diberi keputusan diberi izin untuk melakukan live in di situ, dan kelompok kami bersepakat untuk melakukan live in di pondok itu selama 3 hari 2 malan, alasan nya kami bisa benar benar merakan bagaimana menjadi santri yang sebenarnya dan bagaimana kegiatan santri sehari hari nya. Kelompok kami datang kesitu lagi 1 minggu setelah nya tepat nya hari sabtu, minggu,senin tanggal 10, 11, 12 maret 2018 sekalian membawa surat izin untuk live in .
Hari sabtu tanggal 10 setelah tosa tose kelompok kami berangkat sekitar jam 4 dari kampus berangkat bareng bareng , dan sampai sana sekitar jam 6 pada saat para santri sedang mau melaksakan sholat magrib. Sampai di situ kita tidak langsung di izin kan untuk masuk karena belum ketemu sama pengurus nya , setelah bertemu sama menantu dari pak kyai dan memberikan surat izin kemudian di persilahkan untuk masuk dan duduk si sebuah pendopo, setelah itu saya dan teman teman saya ikut sholat magrib berjama’ah, setelah selesai sholat maghrib dan di lanjutkan dzikir bersama dan membaca Asmaul Husnah, para santri kembali ke kamar masing masing, di sambut dengan ramah oleh para santri, kami kembali ke pendopo dan berbincang bincang sebentar dengan menantu dari pak kya, setelah itu kami di persilahkan masuk di kamar tamu, yang katanya di gunakan untuk tidur tamu yang bermalam di pondok tersebut.


Panggilan lain dari seorang kyai di pondok itu sering di dengar adalah “buya” dan itu kata anak pondok arti nya Abi yang punya pondok tersebuat dan sebutan umi, umi istri dari buya memiliki satu putra dan memiliki 4 cucu, menantu dari pak kyai merupakan juga seorang santri yang dulu nya mondok di situ , kemudian anak dari seorang kyai tersebut saling menaruh hati dan kemudian menikah, dan saat ini menantu tersebut menjadi guru di pondok tersebut.pondok itu ada santriwati dan santriwan gedung nya berbeda tidak saling berdekatan namun dapur nya sama ke masjid yang sama,ponpes itu ada lambang NU,dan  ponpes nya pun masih tradisional.

      Kebetulan banget malam itu tepat nya malam minggu kliwon ada pengajian, dan katanya setiap malam minggu kliwon selalu diadakan pengajian,setelah selesai sholat isya’ dan makan malam kemudian di lanjut kan acara pengajian tersebut, banyak sekali yang datang ada tamu yang datang pakai bus dan mobil, acara itu juga di gunakan wali santri untuk bertemu dengan anak nya, banyak sekali para orang tua yang melepas rindu dengan anak nya, isi dari pengajian tersebut ialah mengkaji kitab kuning dengan penyampaian nya menggunakan bahasa jawa, di awali dengan sholawatan yang kemudian inti pengajian yaitu mengkaji kitab kuning dan di lanjutkan berdzikir bersama sampai pada acara penutupan, selesai sekitar jam 23.00.setelah acara pengajian selesai dan para tamu dan orang tua santri udah pada pulang, para santri tidur kami pun juga tidur menunngu sholat subuh.
Kemudian tidur dan waktu itu sampai terdengar orang yang berdzikir saat mendekati waktu subuh, dzikir belum berhenti sebelum memasuki waktu subuh, dan setelah mendengar adzan subuh kami pun bangun mengambil air wudlu dan berangkat ke masjid untuk sholat berjama’ah ketika itu banyak santri juga pada berombong rombong berangkat ke masjid, sholat subuh berjalan dengan khusyuk namun pada rekaat ke dua sholat subuh tidak seperti biasa yang saya lakukan dan itu setelah saya tanya sama salah satu santri itu nama nya “qunut” di setelah rekaat pertama  dan saat rukuk rekaat ke 2 ada doa doa yang di selipkan, baru kemudian di lanjutkan sujud, setelah sholat selesai di lanjutkan doa doa untuk menjaga diri dan berdzikir sekaligus memaca Asmaul Husnah, ada yang melanjutkan sholat sunah ada yang tidak, setelah itu santri saling berjaabat tangan satu sama lain tak lupa juga dengan kami, santri santri di situ sangat lah sopan dan ramah.


     Setelah sholat subuh selesai langsung meuju ke sebuah pendopo dan kata santri setiap habis sholat subuh dilanjutkan membaca Al Qur an dan di nilai oleh Umi, namun waktu itu buya dan umi ada acara ke cireon untuk bersillaturahmi ke teman nya dulu, kemudian buya berpamitan terhadap santri santri dan berpesan kepada santri untuk selalu berbuat baik terhadap sesama dan tidak lupa menjalan kan perintah Allah. dan para santri di persilahkan untuk mencium tangan pak kyai  sebelum beliau berangkat, setelah pk kyai berangkat para santri dan santriwati kembali asrama masing-masing dan kami kembali ke kamar mandi dan sarapan, setelah selesai kami datang keasram putri untuk melihat bagaimana konidisi di dalam, seperti biasa ada yang lagi ngobrol, mandi, ada yang olahraga dan kamu bertanya kepada salah satu santriwati biasa nya kalo hari minggu kegiatan apa? katanya kalo hari minggu kegiatan nya kerja bakti aja, ada tidur siang juga.
Setelah itu kami menuju ke dapur untuk membantu kegiatan masak disana untuk makan siang para santri, setelah selesai kami kembali ke kamar untuk makan siang menunggu adzan dzuhur, menjelang sore hari para santri latihan untuk acara tahfid Al Qur an yang akan di adakan tanngal 29 Maret 2018,latihan nya sampai menjelang magrib dan di teruskan sholat magrib di lanjutkan sholat isya' setelah sholat isya kemudian makan malam dan belajar bersama karena besuk senin harus masuk sekolah, mereka belajar di sebuah ruangan yang memang di gunakan untuk belajar para santri, dan setelah jam 10 para santri kembali ke asrama untuk tidur ,dan bangun sebelum sholat subuh namun sebelum sholat subuh ada yang mandi terlebih dahulu agar nanti kalau berangkat sekolah tidak mandi lagi.
       Dan setelah sholat subuh biasa nya para santri meyetor hafalan yang dia hafal kan kepada mentor nya masing- masing, kami di situ membantu adik santri untuk menyimak hafalan nya apakah masih ada kesalahan atau tidak, kegiatan itu selesai sekitar jam 06.00, kemudiam para santri kembali ke asrama masing-masing untuk persiapan berangkat ke sekolah, setelah semua sudah siap dan berbaris di depan pondok dan kemudian berdoa bersama dan di pimpin salah satu santri, setelah selesai berdoa bersama, semua menuju ke sekolah yang ada di dekat pondok untuk belajar.


     Dan dari tugas yang di berikan pak dosen dalam mata kuliah metodologi studi islam, kami sebagai anak jurusan perbankan syariah yaitu selain tidak lupa mengusai materi perbankan syariah namun tidak lupa untuk beribadah kepada Allah, dan selalu bersikap ramah kepada siapun menghormati tamu dan memberikan pelayanan prima kepada nasabah suatu saat nanti, hidup rukun dengan damai tidak hanya mengejar kenikmatan dunia tapi menabung amalan baik untuk kehidupan di akhirat suatu saat nanti.

       Sekian cerita saya bagaimana rasanya hidup di pondok pesantren untuk beberapa hari, di situ saya bisa menambah pengalaman yang sangat berkesan bagi saya dan ilmu yang sebelum nya tidak saya ketahui, kebiasaan-kebiasaan yang sangat baik dan saya berterimakasih kepada dosen saya yang memberi kan tugas ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

galuh resti _Iain surakarta

kekuasaan mengalahkan segalanya